CISELTODAY, Cipanas – Ketua Wahana Penggiat Lingkungan Hidup Indonesia (WPLHI) Kabupaten Cianjur, Hendy Zaeni, menilai kepedulian terhadap sampah domestik atau sampah rumah tangga semakin hari semakin menurun. Menurutnya, sampah bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita semua.

Ia memaparkan, dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 dan Peraturan pemerintah no 81 tahun 2012, dijelaskan dengan tegas bahwa produsen harus bertanggung jawab atas kemasan sampah domestik.

“Berarti semua produk yang menghasilkan sampah harus bertanggung jawab dengan sampahnya. Bisa dengan ditarik lagi oleh produsen tersebut untuk didaur ulang, atau mengganti kemasannya dengan kemasan yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Baca Juga: Puluhan Warga Sindangbarang Keracunan makanan, Dua Orang Meninggal Dunia

Selain itu, Hendy mengatakan pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan. Bahkan bila perlu izinnya ditutup.

“Begitu juga masyarakat harus sadar lingkungan tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Dampak menumpuknya sampah domestik, lanjut Hendy, selain bau tentu mengakibatkan pencemaran tanah. Jika dibakar akan berdampak pada pencemaran udara.

Baca Juga: Plt Bupati Cianjur Tinjau Sumur Tercemar di Ciherang

“Selain itu menimbulkan berbagai macam penyakit salah satunya ISPA dan penyakit kulit,” ujarnya.

Pengelolaan sampah menurutnya, bisa dilakukan oleh bank sampah yang bekerja sama dengan desa atau BUMDes. “Lebih tepatnya dikelola oleh Bank sampah karna skil untuk mengelola sampah, sudah paham tentunya harus didukung anggaran. Makanya harus bekerja sama dengan desa atau BUMDes,” tuturnya. (Rez)

Reporter : M Reza Fauzie
Editor : M Reza Fauzie